SISTEM MANAJEMEN LABORATORIUM IPA


Manajemen berasal dari bahasa Inggris, management dengan kata kerja to manage yang artinya mengatur atau kemampuan menjalankan dan mengontrol. Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam suatu organisasi yang mencapai tujuan tertentu (Hikmat 2011: 11). Manajemen laboratorium IPA mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap laboratorium IPA untuk pengembangannya secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuannya. Pelaksanaan manajemen laboratorium bertujuan agar dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar di laboratorium.

Berikut adalah rangkaian Manajemen Laboratorium IPA yaitu: Perencanaan laboratorium IPA, Pengorganisasian Laboratorium IPA, Kegiatan Pelayanan Praktikum Laboratorium IPA, Pengawasan Laboratorium IPA:

A.    Perencanaan laboratorium IPA
perencanaan pengelolaan Laboratorium IPA dinilai efektif apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.
a.       Adanya perencanaan program kerja laboratorium IPA yang terdiri atas
1.      adanya rencana program kerja yang terencana dengan baik
2.      adanya bahan masukan dari hasil kegiatan laboratorium untuk menyusun program kerja tahun berikutnya
3.      adanya perencanaan pengadaan alat dan bahan yang sesuai dengan kondisi sekolah
4.      adanya penyusunan jadwal penggunaan laboratorium
5.      adanya program perencanaan perbaikan/peningkatan sarana prasarana laboratorium yang sesuai dengan kondisi sekolah
6.      adanya perencanaan penggunaan dana untuk program kerja laboratorium yang sesuai dengan kondisi sekolah
7.      adanya keikutsertaan pengelolaa laboratorium dalam penyusunan program kerja laboratorium.
b.      Adanya perencanaan kegiatan praktikum yang terdiri atas
1.      adanya jadwal penggunaan laboratorium dan sesuai dengan jadwal pembelajaran harian IPA
2.      adanya semua guru IPA menggunakan media laboratorium untuk kegiatan praktik dalam pembelajaran

Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud perencanaan dalam penelitian ini adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang, menyangkut hal-hal yang akan dikerjakan pada masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya, yang dimulai dari kegiatan penyusunan rencana, pengumpulan data, identifikasi hambatan yang terjadi, dan penetapan waktu dalam melakukan pengembangan laboratorium IPA.

B.     Pengorganisasian Laboratorium IPA
Pengorganisasian atau pembagian tugas pada laboratorium sekolah/madrasah memiliki peran kunci dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan program perencanaan dan pengembangan laboratorium. Hal ini disebabkan oleh pengorganisasian yang tepat dapat memberikan arah dan pedoman posisi masingmasing pelaksana laboratorium. Adanya pembagian tugas pada setiap tenaga laboratorium yang jelas, professional, dan proporsional membuat setiap petugas dapat memahami tugasnya dan menumbuhkan hubungan kerja sama yang baik. Pengaturan tugas yang tepat dengan kemampuan dan karakteristiknya membuat tidak terjadi kesalahpahaman.

Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud dengan pengorganisasian dalam penelitian ini adalah upaya mengatur tugas perseorangan atau kelompok dalam organisasi dan merancang bagaimana hubungan kerja antar unit organisasi, di antaranya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan di laboratoium IPA, susunan struktur organisasi laboratorium IPA, dan tanggung jawab masingmasing pengelola laboratorium IPA.

C.    Kegiatan Pelayanan Praktikum Laboratorium IPA
Kegiatan praktikum merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran IPA sehingga IPA disebut dengan experimental science. pelaksanaan praktikum dalam proses pembelajaran, ada langkah-langkah yang perlu dilakukan agar hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Ada tiga langkah utama yang perlu dilakukan, yaitu langkah persiapan, langkah pelaksanaan, dan tindak lanjut metode praktikum. Langkah persiapan diperlukan untuk memperkecil kelemahan-kelemahan yang muncul. Kegiatan yang dapat dilakukan dalam langkah persiapan, di antaranya, menetapkan judul dan tujuan praktikum, mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan, mempersiapkan tempat praktikum, mempertimbangkan jumlah siswa dengan jumlah alat yang tersedia dan kapasitas tempat praktikum, mempersiapkan tata tertib dan disiplin selama praktikum, serta membuat petunjuk dan langkah-langkah praktikum.

Kegiatan pelayanan praktikum dalam penelitian ini adalah kegiatan yang dimulai dari penyusunan jadwal kegiatan praktikum di laboratorium IPA, kegiatan pelayanan praktikum yang diberikan, proses pembelajaran dengan praktikum, yaitu siswa mengalami sendiri, mengikuti proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, keadaan atau proses sesuatu, serta pengadaan alat-alat praktikum laboratorium IPA.

D.    Pengawasan Laboratorium IPA

Pengawasan dilakukan dengan tujuan agar hasil pelaksanaan pekerjaan yang dicapai berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif) sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi, walaupun planning, organizing, dan actuating baik, tetapi apabila pelaksanaan kerja tidak diawasi (sehingga pekerjaan tidak teratur, tertib, dan terarah) maka tujuan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai. Controlling mempunyai fungsi untuk mengawasi segala kegiatan agar tertuju kepada sasaranya sehingga tujuan yang telah ditetapkan tercapai. Pengendalian atau pengawasan (controlling) adalah bagian terakhir dari fungsi manajemen Laboratorium IPA.

Pengawasan kegiatan laboratorium IPA merupakan suatu proses terakhir dalam sebuah manajemen yang penting untuk dilakukan karena dalam hal ini untuk melihat apakah suatu program yang telah dibuat telah tercapai atau belum dan hal-hal apa saja yang akan dilakukan untuk melakukan perbaikan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan uraian di atas, yang dimaksud pengawasan dalam penelitian ini
adalah suatu kegiatan untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan
dengan lancar sesuai dengan perencanaan laboratorium IPA.

Dari informasi di atas penulis ingin mengajak diskusi beberapa hal terkait sistem Manajemen Laboratorium IPA
1.      Jika beberapa proses Manajemen Laboratorium IPA tidak berjalan baik apa solusi yang dpat dilakukan oleh kepala Laboratorium dalam pelaksanaan Perktikum?
2.      Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?
3.      Bagaimna seorang guru yang ingin mengagas ide untuk membuat laboratorium sedangankan di sekolah sangat minim fasilitas, sarana dan prasarana?

Komentar

  1. Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 1, menurut saya kita trlebih dahulu melihat apa yg menjadi kendala dlm proses trsbut jika tlah d ktahui bru seorang kepala leb mengambil tindakan mulai dari mengwasi pratikum serta hal2 lain yg d anggap perlu. Sekian..

    BalasHapus
  2. terima kasih....
    Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?
    sepengehuan saya dalam laboratorium yang pernah saya gunakan/pakai untuk ruangan terbatas dan terdapat bahan kimia biasa diletakkan di dalam lemari dan terletak di bawah paling sudut, jauh/kurang dilewatin orang dan di beri kode. fungsinya menghindari kecelakaan kerja.

    BalasHapus
  3. Menurut pendapat saya jika guru ingin mengagas ide untuk membuat laboratorium sedangankan di sekolah sangat minim fasilitas, sarana dan prasarana bisa dimulai dengan membuat proposal hal-hal apa yang dibutuhkan dilaboratorium dan diajukan ke dinas terkait

    BalasHapus
  4. Menanggapi pertanyaan no 3
    Mengatasi keterbatasan ruangan untuk penyimpanan bahan-bahan kimia dapat disiasati dengan menyimpan bahan-bahan kimia tersebut didalam sebuah lemari yang memang tersedia dan dikhusus untuk penyimpanan bahan kimia tanpa menyediakan ruangan khusus bagi penyimpanan bahan kimia. Dengan catatan laboran menjaga agar bahan-bahan kimia tersebut tersimpan dengan aman agar tidak membahayakan praktikan.

    BalasHapus
  5. Menanggapi pertanyaan no. 3.
    Guru dapat mengajukan proposal pembangunan ruang Labor ke dinas terkait yaitu dinas pendidikan yg disetujui kepala sekolah. Setelah mendapat ruangan, guru dapat mengajukan proposal alat dan bahan praktikum.
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. Menyikapin pertanyaan no 1.? solusi nya yang dpat dilakukan oleh kepala Laboratorium yaitu bisa dg cara mencari tahu apa penyebab nya terlebih dahulu baru melakukan tidakan atau mencari jalan keluar dri masalah itu tersebut.

    BalasHapus
  7. Menanggapi pertanyaan no 2 "Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?" Ada baiknya bahan kimia dipisahkan letaknya dari alat dan praktikum yang lainnya, dan ditempatkan pada lokasi aman serta tidak terlalu sering dibuka. Jangan lupa untuk memberi nama pada jenis bahan kimia sehingga jika ingin digunakan akan mudah mencarinya. Karna bahan kimia jika tidak diperhatikan dengan baik akan menyebabkan hal yang fatal.

    BalasHapus
  8. ulasan yang menarik...
    saya akan menanggapi pertanyaan sdr.Agung mengenai "Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?"

    menurut saya, walaupun ruang lab terbatas, seorang laboran bisa menyimpan bahan-bahan kimia pada suatu tempat penyimpanan khusus dan aman seperti lemari dan pastinya diberikan tanda/label khusus pada bahan-bahan kimia tersebut serta pisahkan bahan-bahan yang kemungkinan menimbulkan reaksi.

    terima kasih

    BalasHapus



  9. Menanggapi soal no 3.
    Menurut saya di situlah di tuntut adanya guru yang profesional dan kreatif, sehingga bisa mengatasi permasalahan tersebut.

    Misalnya guru tsb harus bisa membuat sendiri alat alat praktikum sederhana, yang bisa menunjang jalannya praktikum.

    Selain itu, biasanya pada sekolahan juga sudah disediakan dana untuk lab, maka dana tsb harus benar benar di manfaatkan untuk memenuhi fasilitas serta sarana dan prasarana lab.
    Untuk hal itu maka harus adanya manajemen lab yg baik.

    BalasHapus
  10. Mencoba menanggapi pertanyaan nomor 3, Bagaimna seorang guru yang ingin mengagas ide untuk membuat laboratorium sedangankan di sekolah sangat minim fasilitas, sarana dan prasarana?
    seorang guru bisa memfalitasinya dengan biaya pribadi jika memungkinkan, mengajukan proposal untuk fasilitas labor ke beberapa instansi terkait, mengajak para darmawan untuk bekerjasama memfasilitasinya, dll.

    BalasHapus
  11. Menanggapi pertanyaan no.2 Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?
    Menurut saya masalah keterbatasan ruangan dapat ditangani yaitu dengan memisahkan bahan kimia dilemari yang terpisah dan tidak bercampur dengan perlengkapan laboratorium yang lain, kemudian jauhkan dari jangkauan siswa.

    BalasHapus
  12. menanggapi pertanyaan nomor 1. Seorang kepala laboratorium perlu kreatif untuk mencari solusi yang tepat. misalnya dengan memanfaatkan barang bekas dan barang-barang sederhana di sekitar yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas di laboratorium. Selain itu, kepala laboratorium juga bisa mencari solusi lain untuk jangka panjang, misalnya dengan mengajukan proposal atau carai lain yang elegan ke pihak berwenang,.

    BalasHapus
  13. menanggapi pertanyaan nomor 1. langkah pertama yang perlu dilakukan oleh kepala lab adalah melakukan monitoring terhadap kegiatan dan semua proses yang telah berlansung didalam labor kemudian melakukan evaluasi dari hal-hal yang menjadi kekurangan dari menejemen yang ada.

    BalasHapus
  14. Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya?

    yang harus dilakukan supaya tetap aman dalam praktikum yaitu dengan cara memisahkan bahan kimia dengan alat-alat praktikum lainnya dengan cara membikin sekat rungan dan pentilasi udara, gunanya untuk menyaring udara yang kotor agar ruangan tetap bersih.

    BalasHapus
  15. Bagaimna seorang guru yang ingin mengagas ide untuk membuat laboratorium sedangankan di sekolah sangat minim fasilitas, sarana dan prasarana? menanggapi pertanyaan ini, disini mungkin bisa dilakukan melalui pengajuan proposal, jika guru nya berkompeten maka guru bisa melakukan suatu penelitian, kerjasama dengan intansi tertentu. dan bisa juga menggunakan dana pribadi, selain itu kreatifitas guru juga diprlukanseperti membuat laboratorium virtual .

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
    dengan ruang yang terbatas kita bisa Untuk memisahkan alat dan bahan kimia bisa dengan pemberian sekat-sekat dan di beri kode setiap alat dan bahan yang ada di dalam labor untuk menghindari tercampur dengan bahan pratikum yang lainnya..
    Terima kasih

    BalasHapus
  17. terimakasih, saya akan coba untuk menjawab pertanyaan No 3

    Kepala sekolah adalah seorang Fasilitator dalam sekolah yang dipimpinya, dalam proses pengadaan labor IPA termasuk anggaran biaya bisa kita bicarakan dengan kepala sekolah, kemudian pengajuan permohonan dana ditujukan kepada pihak terkait.
    Terima Kasih

    BalasHapus
  18. Assalamualaikum
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan guru yang ingin mengagas ide untuk membuat laboratorium sedangankan di sekolah sangat minim fasilitas, sarana dan prasarana. Misalnya dengan memanfaatkan ruang kosong yang ada disekolah, kemudian bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membuat laboratorium mini dengan alat-alat labor yang masih sederhana. Kemudian di dalam labor mini tersebut guru dapat membuat software seperti lab virtual dan mungkin masih banyak lagi ide-ide yang bisa dikembang oleh seorang guru kreatif.

    BalasHapus
  19. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 yaitu Bagaimna memanajemen bahan kimia dengan ruangan yang terbatas, jika di gabungkan dengan alat dan bahan praktikum supaya tetap aman bagaimanakah cara seorang laboran mengaturnya? untuk memanajemen bahan kimia pada ruangan yang terbatas bisa diletakkan berdasarkan massa dan bahan kimia tersebut jika bahan kimia memiliki massanya besar maka diletakkan dibagian bawah dan untuk bahan yang memiliki massa yang kecil diletakkan dibagian atas lemari/rak sebaiknya menggunakan lemari kaca

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BASIC LABORATORY SKILL

PEMUSNAHAN REAGEN TIDAK TERPAKAI